18 Instansi Gunakan Open Source

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sebanyak 17 kementerian dan departemen serta Kepolisian Republik Indonesia menyatakan komitmen mereka menggunakan sistem operasi teknologi informasi Open Source.

Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Pemanfaatan Free Open Source Software (FOSS) dalam pertemuan tingkat menteri bagian dari acara Indonesia Go Open Source (IGOS) Summit II di Jakarta City Center yang digelar 27-28 Mei. Kesepakatan tadi didasarkan atas keperluan standardisasi dan efisiensi bidang teknologi informatika secara integral di seluruh institusi pemerintah.

Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman menilai, peningkatan produktifitas akibat penggunaan teknologi informasi akan menghasilkan penghematan. Dengan kata lain, “Bisa produktivitas dinaikkan, atau ongkos produksi dihemat, atau keduanya,” kata Kusmayanto seusai penandatangan.

Institusi-institusi pengguna Open Source selain Kepolisian RI adalah Departemen Komunikasi dan Informatika, Departemen Hukum dan HAM, Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Pendayagunaan Aparatur Negara, Kementerian, Riset dan Teknologi, Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara, Departemen Keuangan, Kementerian Sekretaris Negara, Departemen Kehutanan, Kementerian Koordinasi Usaha Kecil Menengah, Departemen Perindustrian, Departemen Sosial, Departemen Perhubungan, Departemen Agama, Departemen Dalam Negeri, dan Departemen Perdagangan.

Comments

Onno Pertanyakan Nyali Open Source Pemerintah

Onno W. PurboDetikcom - Aktivis teknologi informasi, Onno W. Purbo, pertanyakan keberanian pemerintah untuk membuat gebrakan dalam pengembangan Open Source di tanah air. Menurut Onno, pemerintah bisa memiliki peran sentral dalam penyebaran dan pengembangan Open Source.

“Pemerintah jangan cuma niat, tapi juga perlu gebrakan dan keberanian,” ujar Onno kepada detikINET, di sela-sela IGOS Summit 2 yang digelar di JaCC, Tanah Abang, Jakarta, Selasa (27/45/2008).

Dengan gayanya yang khas blak-blakan, Onno mengatakan sebenarnya pemerintah bisa melakukan itu cukup dengan memberdayakan pengembang piranti lunak lokal. “Masalahnya, pemerintah punya nyali nggak untuk ngomong hanya akan pakai Open Source? Untuk sampai di situ butuh pemimpin yang berani melawan Microsoft!” tukas Onno.

Onno juga mewanti-wanti perihal datangnya Bill Gates beberapa waktu lalu ke Indonesia. Kedatangan Gates, ujarnya, tak berarti semua orang lantas harus pakai Microsoft.

“Ada 140 juta pekerja yang menggunakan komputer, kalau terikat dengan proprietary harus mengeluarkan minimal USD 500 per orang. Kalau dihitung berapa besarnya devisa kita yang lari ke AS? Lebih baik bikin software sendiri kan?” ia menjelaskan.

Admin Comment “Biarpun pemerintah gak bernyali, KOLAG tetap akan mengkampanyekan penggunaan Opensource”

Comments

Ada apa dengan Opensource…?

Kenapa sih sekarang ini banyak orang ngomongin opensource? emang apa untungnya pake opensource? Nah, biar ngerti sekarang simak opini berikut.

Opensource adalah sebuah aturan dimana dalam mendistribusikan sebuah aplikasi / software harus disertakan kode sumbernya. Dengan dibukanya kode sumber, setiap orang bisa mengetahui apa yang dikerjakan oleh program tersebut. Kita juga bisa memperbaiki kode tersebut apabila kita mengetahui adanya kesalahan (bug) pada kode. Sedangkan dengan Closesource kita tidak tahu apa yang terjadi dan yang dilakukan program. Ibarat membeli kucing dalam karung.

Nah, bagaimana menurut KOLAGer….?

Comments

KOLAG? Opo maneh iki..?

Baby TuxMendengar kata KOLAG, mungkin yang terbayang adalah singkong, ubi, pisang yang direbus dalam air santan plus gula merah… Mak Nyus… seperti Kata Pak Bondan

Eit.. tunggu dulu… KOLAG yang satu ini nggak ada kaitannya sama sekali sama Pak Bondan. KOLAG ini malah ada hubungannya dengan Pinguin…. Lho Kok bisa? emang ada KOLAG rasa Pinguin? KOLAG yang dimaksud adalah KelOmpok Linux Arek untaG. Perkumpulan mahasiswa Untag yang mau belajar dan berbagi wawasan seputar Linux dan opensource, terutama di lingkungan Untag.

Wah asyik donk…? Boleh ikutan gak? trus syaratnya apaan? apa kudu bisa Linux? Waduh… belum-belum kok banyak tanya ya? Tapi gak apa-apa… KAlo mo ikutan boleh saja, dan tidak harus anak Informatika. Yang penting mahasiswa Untag dan pernah pegang komputer boleh ikut jadi anggota…

Trus ntar ngapain aja…? Jangan kuatir… tiap bulan ntar kita adakan acara-acara semacam pelatihan buat menambah wawasan. Yang ngasih pelatihan ntar juga dari anggota yang sudah bisa. Intinya “Sing gak iso takon, Sing iso ngajari…”

Wis.. pokok e tak enteni yo rek…

Best Regards,
Admin KOLAG

Comments